Manajemen Risiko

Manajemen Risiko

Sebagaimana halnya dengan bidang usaha lain, Perseroan juga tidak terlepas dari resiko-resiko usaha yang dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal maupun internal yang dapat mempegaruhi kinerja Perseroan, antara lain:

  1. Pasokan dan harga bahan baku utama yang berfluktuasi
    Untuk mengatasi hal tersebut, Perseroan berusaha untuk mengurangi ketergantungan pada satu pemasok, membina hubungan baik dan membeli dari berbagai pemasok, baik luar negeri maupun dalam negeri.
  2. Produk Substitusi
    Saat ini terdapat beberapa bahan substitusi aluminium seperti besi, stainless steel, seng untuk atap bangunan industri, dan plastik untuk bahan kemasan. Untuk mengurangi resiko ini, Perseroan berusaha untuk tetap mengedepankan kualitas dan karakteristik dari produk yang dihasilkan. Perseroan berkeyakinan bahwa masing-masing bahan tetap memiliki jenis dan karakteristik yang berbeda dan memiliki keunggulannya masing-masing.
  3. Persaingan Usaha
    Produk aluminium sheet dan foil memiliki pasar yang beraneka ragam dan tingkat persaingan yang tinggi. Pesaing utama Perseroan, terutama dari negara Tiongkok, mendapatkan subsidi ekspor dalam bentuk pengembalian pajak dari Pemerintahnya, Dalam menghadapi resiko ini, Perseroan telah beberapa kali melakukan ekspansi kapasitas untuk meraih efisiensi dalam hal biaya produksi agar dapat bersaing di pasar global. Perseroan juga mengupayakan untuk meningkatkan kontrol kualitas, efisiensi biaya, keragaman produk, pengiriman, pelayanan dan kemampuan distribusi.
  4. Resiko Kredit dan Likuiditas
    Adanya krisis komoditas di beberapa tahun terakhir sebelumnya telah menimbulkan penurunan perspektif dari para kreditur terhadap industri logam. Hal ini dapat mengakibatkan terbatasnya fasilitas kredit dari Perseroan. Untuk mengatasi resiko ini, Perseroan telah mendapatkan dukungan penuh dari Grup Perseroan, dan komitmen dari para pemegang saham pengendali.
  5. Dampak Lingkungan
    Proses produksi Perseroan menghasilkan limbah padat dan gas. Kelestarian lingkungan dan pengontrolan polusi diatur oleh Bapedal (Badan Pengendalian Dampak Lingkungan), dan ada resiko perubahan peraturan. Untuk itu Perseroan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan limbah.
  6. Resiko Fluktuasi Kurs Mata Uang Asing
    Perseroan memiliki hutang bank dalam mata uang asing, dan apabila terdapat fluktuasi kurs Rupiah terhadap mata uang asing, akan ada resiko kenaikan beban bunga dan pinjaman dari Perseroan, dan dapat mempengaruhi pendapatan dari Perseroan. Untuk itu Perseroan berupaya menjaga keseimbangan mata uang antara aktiva dan liabilitas, dan menimalisasi eksposur terhadap selisih kurs mata uang asing.
  7. Perubahan Kebijakan Pemerintah
    Perubahan kebijakan Pemerintah Indonesia dan negara lain terhadap bea masuk produk Aluminium dapat mempengaruhi biaya produksi dan pendapatan Perseroan. Untuk itu Perseroan berupaya untuk menjalin hubungan baik dengan para pelanggan, perusahaan lain di bidang yang sama, dan juga pemerintah, serta menjaga efisiensi produksi dan biaya lain, agar perubahan kebijakan tidak berpengaruh negatif terhadap pendapatan Perseroan.