Tata Kelola Perusahaan (Direksi)

Keanggotaan dan Masa Jabatan

Direksi adalah organ Perseroan yang berwenang dan bertanggung jawab penuh atas pengurusan Perseroan untuk kepentingan Perseroan, sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan serta mewakili Perseroan, baik di dalam maupun di luar pengadilan sesuai ketentuan anggaran dasar.
  1. Direksi terdiri dari paling sedikit 3 (tiga) orang anggota, Yang terdiri dari :
    1. 1 (satu) Direktur Utama dan
    2. 2 (dua) orang Direktur lain atau lebih;
    (termasuk Direktur tidak terafiliasi) dengan memperhatikan peraturan yang berlaku di bidang pasar modal. Para anggota Direksi diangkat dan diberhentikan oleh Rapat Umum Pemegang Saham, pengangkatan tersebut berlaku sejak tanggal yang ditentukan dalam Rapat Umum Pernegang Saham, dimana mereka diangkat dan berakhir pada saat ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Yang ke 3 (tiga) setelah tanggal pengangkatannya (mereka) dengan memperhatikan ketentuan pasal 93 dan pasal 94 Undang-Undang tentang Perseroan Terbatas.
  2. Anggota Direksi Yang masa jabatannya telah bełakhir dapat diangkat kembali, dengan memperhatikan ketentuan poin 1 di atas.
  3. Anggota Direksi dapat diberhentikan sewaktu-waktu sebelum masa jabatannya berakhir dengan memperhatikan ketentuan pasal 105 Undang-Undang tentang Perseroan Terbatas, karena :
    1. Melanggar anggaran dasar ini; atau
    2. Melakukan tindakan-tindakan yang merugikan Perseroan atau nama baik Perseroan; atau
    3. Alasan-alasan penting lainnya.
  4. Seorang anggota Direksi boleh mengundurkan diri dari jabatannya dengan memberitahukan terlebih dahulu secara tertulis kepada Direksi dan/atau Dewan Komisaris Perseroan mengenai niatnya itu paling mengenai niatnya itu paling sediklt 30 (tigapuluh) hari sebelumnya dan pengunduran din tersebut berlaku dengan larnpaunya kurun waktu tersebut dan anggota Direksi yang bersangkutan berhenti dari jabatannya dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Terhadap anggota Direksi yang mengundurkan diri sebagaimana tersebui diatas tetap dirmintakan pertanggungjawabannya sebagi anggota Direksi sejak pengangkatan yang bersangkutan hingga tanggal pengunduran diri.
  5. Rapat Umum Pemegang Saharn dapat mengangkat orang lain untuk mengisi jabatan anggota Direksi yang diberhentikan dari jabatannya atau ang mengundurkan diri atau sebab-sebab yang dimaksud pada ayat (7) pasal ini, untuk mengisi jabatan anggota Direksi yang Iowong karena alasan lainnya. Masa jabatan seseorang yang diangkat untuk menggantikan anggofa Direksi yang berakhir atau Iowong sebagaimana tersebui diatas adalah Untuk sisa masa jabatan dari Direktur yang digantikan tersebut.
  6. Masa jabatan anggota Direksi dengan sendirinya berakhir, apabila anggota Direksi tersebut:
    1. Dinyatakan pailit alau ditaruh di bawah pengampuan berdasarkan suatu keputusan pengadilan;
    2. Tidak Iagi memenuhi persyaratan ketentuan perundang-undangan; atau
    3. Meninggal dunia;
    4. Diberhentikan karena keputusan Rapat Urnum Pemegang Saham; atau
    5. Mengundurkan diri sebagaimana diatur pada poin 4 di atas.
  7. Bilamana jabatan anggota Direksi Iowong karena sebab apapun yang Direksi kurang dari 3 (tiga) orang maka paling lambat 180 ( seratus delapan puluh) hari setelah Iowongan itu harus diadakan Rapat Umum Pemegang Saham oleh Direksi dengan didahului pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham untuk mengisi lowongan tersebut.
  8. Apabila jabatan Direktur Utama Iowong dan selama penggantinya belum diangkat atau belum memangku jabatannya maka salah seorang Direktur yang ditunjuk oleh Rapat Direksi akan menjalankan kewajiban Direktur Utama dan mempunyai wewenang serta tanggung jawab yang sama sebagai Direktur Utama. Dalam hal seluruh anggota Direksi Iowong maka berlaku ketentuan bahwa seluruh Dewan Komisaris berhak untuk memberikan wewenang kepada seorang atau lebih anggota Dewan Komisaris untuk mengurus Perseroan untuk sementara waktu dan bertindak atas nama serta mewakili Perseroan. Perseroan wajib menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham untuk memutuskan permohonan pengunduran diri anggota Direksi dalam jangka waku paling lambat 60 (enampuluh) hari setelah diterimanya surat pengunduran diri.
  9. Dalam hal Perseroan tidak menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud dalam ketentuan di atas, dengan lampaunya kurun waktu tersebut, pengunduran diri anggota Direksi menjadi sah tanpa memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham.
  10. Dalam hal anggota Direksi mengundurkan diri sehingga mengakibatkan jumlah anggota Direksi menjadi kurang dari 3 (tiga) orang, maka pengunduran diri tersebut menjadi sah apabila ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham dan telah diangkat anggota Direksi yang baru sehingga memenuhi persyaratan minimal mengenai jumlah anggota Direksi.
  11. Anggota Direksi dapat merangkap jabatan sebagai :
    1. anggota Direksi paling banyak pada 1 (satu) perusahaan publik lain;
    2. anggota Dewan Komisaris paling banyak pada 3 (tiga) perusahaan publik lain; dan/atau
    3. anggota komite paling banyak pada 5 (lima) komite di dalam perusahaan publik lain dimana yang bersangkutan juga menjabat sebagai anggota Direksi atau anggota Dewan Komisaris.
    Rangkap jabatan tersebut dapat dilakukan sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan lainnya.
  12. Dalam hal pengunduran diri atau pemberhentian anggota Direksi, wajib dilakukan keterbukaan informasi kepada masyarakat dan disampaikan kepada OJK paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah diterimanya permohonan pengunduran diri dan hasil penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham.

Syarat Anggota Direksi

Persyaratan untuk menjadi anggota Direksi dan selama menjabat adalah sebagai berikut:
  1. Mempunyai akhlak, moral dan integritas yang baik
  2. Cakap melakukan perbuatan hukum
  3. dalam 5 (lima) tahun sebelum pengangkatan dan selama menjabat
    1. Tidak pernah dinyatakan pailit
    2. Tidak pernah rnenjadi anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris yang dinyatakan bersalah menyebabkan suatu perusahaan dinyatakan pailit.
    3. Tidak pernah dihukum karena rnelakukan tindak pidana yang merugikan keuangan dan/atau yang berkaitan dengan sektor keuangan
    4. Tidak pernah menjadi anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris yang selama menjabat pernah tidak menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, pertanggungjawabannya sebagai anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris kepada Rapat Umum Pemegang Saham dan pernah menyebabkan perusahaan memperoleh ijin, persetujuan atau pendaftaran dari OJK tidak memenuhi kewajiban menyampaikan laporan tahunan dan/atau laporan keuangan kepada OJK.
    5. Memiliki komitmen untuk mematuhi peraturan perundang-undangan, dan
    6. Memiliki pengetahuan dan/atau keahlian di bidang yang dibutuhkan Perseroan.
    7. Pernyataan persyaratan di atas wajib dituangkan dalam surat pernyataan atau disampaikan kepada Perseroan. Selanjutnya Perseroan meneliti mendokumentasikan surat pernyataan tersebut.